Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman nasional yang terletak secara geografis terbentang pada 3°41’ – 5°30’ LS, 136°56’ – 139°09’ BT. Kawasan Taman Nasional Lorentz meliputi beberapa wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Asmat Propinsi Papua, serta beberapa kabupaten pemekaran baru seperti Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanni Jaya dan kabupaten puncak. Bagian pulau yang berbentuk kepala burung ini memiliki kehidupan alam liar yang luas dan belum terjamah manusia. Salah satu wilayah di Papua tempat berlangsungnya kehidupan alam yang menakjubkan adalah Taman Nasional Lorentz di provinsi Papua. Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu tempat wisata terindah di Indonesia Timur.peta.jpg

Luas wilayah Taman Nasional ini sebesar 2,4 juta Ha; Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini. Dari tahun 2003 hingga kini, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melakukan pemetaan wilayah adat dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Tahun 2003- 2006, WWF telah melakukan pemetaan di Wilayah Taman Nasional Lorentz yang berada di Distrik (Kecamatan) Kurima Kabupaten Yahukimo, dan Tahun 2006-2007 ini pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat. Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang Penjelajah asal Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz,yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini.

Adapun yang tak terpisahkan dari kawasan Taman Nasional Lorentz adalah penduduk asli di dalam kawasan dan zona penyangga kampung yang berbatasan langsung dengan batas luar taman tersebut. Karena itu, meskipun kawasan ini 70 persen hutan perawan, potensi ancaman kelangsungan taman nasional terhadap kerusakan yang berdampak pada ekosistem tetap terjadi. Itu berasal dari suku pedalaman perambah hutan, pemekaran kabupaten, pembangunan jalan lintas hingga ancaman pertambangan nikel dan emas. Kondisi itulah yang mendorong WWF bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Lorentz, pemerintah daerah Provinsi Papua dan ke-sepuluh kabupaten serta pihak yang berkepentingan untuk menyusun Rencana Pengelolaan Taman Nasional Lorentz (RPTNL).
Ancaman terhadap Taman Nasional Lorentz adalah aktivitas PT Freeport Indonesia di bagian barat kawasan Taman Nasional Lorentz dengan tailing yang membawa dampak ekologis luas pada hamparan hutan dataran rendah dan mangrove di aliran Sungai Aijkwa. Rencana eksplorasi minyak di bagian timur Taman Nasional Lorentz, community logging di Wamena dan Timika dengan Kopermas (Koperasi Masyarakat Adat) di Kecamatan Agimuga seluas 250 hektar, dan pembangunan jalan di dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Pencarian kayu gaharu di Taman Nasional Lorentz yang berlanjut turut merusak habitat setempat. Juga terjadi penangkapan satwa yang dilindungi, seperti nuri kepala hitam, ular sanca bulan, dan pengambilan anggrek alam.

pemandangan.jpg

Sebagian besar kawasan ini merupakan hutan yang belum terjamah oleh manusia alias masih alami. Sebanyak 34 tipe vegetasi berada di kawasan ini diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan, hutan pegunungan dan lainnya. Tanaman bakau dan juga nipah menghiasi sebagian besar sisi selatan kawasan ini
Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan. Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

bawah laut.jpg

Tempat wisata alam di kawasan Indonesia Timur ini tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Papua. Namun pencatatan daftar kekayaan alam Papua disana masih sangat terbatas pada Distrik Kurima di Kabupaten Yahukimo dan Distrik Sawaerma di Kabupaten Asmat. Kekayaan flora Taman Nasional Lorentz bervariasi mulai dari tanaman vegetasi alpin beriklim salju hingga tumbuhan lahan basah dan wilayah dataran rendah. Pencatatan tersebut masih terus berlangsung saat ini ketika pembangunan beragam fasilitas pendukung pariwisata Papua sedang diusahakan.
Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata. Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

liar.jpg

Taman Nasional Lorentz ini memiliki kekayaan hayati terbesar di Asia tenggara, hal itu terbukti dengan banyaknya flora dan fauna asli indonesia yang tumbuh disana, serta jenis-jenis tanaman khas papua lainnya. Disini juga anda bisa menemukan beberapa jenis hewan yang mungkin jarang atau bahkan sangat jarang anda lihat. Hutan indonesia memang memiliki begitu banyak keindahan, apalagi dari sini anda juga bisa berpiknik di beberapa spot yang memang di bangun agar anda bisa menikmati pemandangan yang ada di bawah, dan lagi lokasinya tidak terlalu tinggi dari tempat pertama anda masuk.
Bagi wisatawan yang menyukai hobi fotografi outdoor, obyek wisata di Papua ini akan menjadi bidikan yang tepat untuk menghasilkan gambar tempat wisata yang indah. Sambil liburan santai ke Taman Nasional Lorentz, wisatawan bisa belajar mengenal kekayaan alam Indonesia Timur yang menyokong paru-paru dunia. Kekayaan alam Taman Nasional Lorentz tidak kalah jumlahnya dibanding luasnya hutan hujan tropis yang berada pada Pariwisata Borneo.
Di Taman Nasional Lorentz, anda bisa melakukan beberapa macam aktivitas, mulai dari mendaki ke Cartensz, melihat pemandangan, pergi ke danau-danau yang berada di kawasan Taman Nasional Lorentz, ataupun ke pantai yang juga termasuk ke dalam bagian Taman Nasional Lorentz.
Potensi Panorama Alam yang indah, keindahan pantai panorama hutan bakau dan nipah dengan akar-akar bakau yang tersusun rapi di atas permukaan air menghiasi tepi-tepi kali sepanjang mata memandang, panorama air terjun yang asri, panorama bentangan es (gletser) di Puncak Cartensz dengan ketinggian 4.760-4.884 m dpl. Di sekitar kawasan gunung Jayawijaya ini pula, terdapat tiga buah danau besar, yakni Danau Larson, Danau Dyscovery, dan Danau Hoguyugu.

caertenz.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s